Kombinasi Sistem Ameliorasi Tanah Berbasis Biochar dan Foliar Application Giberelin dalam Meningkatkan Survival Rate Ziziphus Mauritiana di Area Konservasi IT Palembang

Area konservasi IT Palembang memiliki kondisi tanah yang cukup sukar untuk pengembangan vegetasi. Jenis tanahnya didominasi oleh alluvial, podsolik dan gambut dengan tingkat keasaman cukup tinggi, kapasitas tukar kation yang terbatas, serta ketersediaan unsur hara makro (N,P,K) yang tidak merata. Struktur tanah yang lempung-liat ini menyebabkan drainase buruk sehingga penyerapan hara oleh tanaman semakin terhambat dan risiko pembusukan akar meningkat. Hal ini menyebabkan keberhasilan vegetasi pada lahan konservasi IT Palembang sangat rendah.

Intervensi Inovasi Kehati

Ziziphus Mauritiana atau bidara dikenal sebagai pohon pionir yang toleran terhadap kekeringan, mampu tumbuh di tanah marginal, serta menghasilkan kanopi yang teduh untuk menciptakan mikroklimat lebih seimbang. Meskipun begitu, bidara berpotensi mengalami survival rate yang rendah apabila hanya mengandalkan pemberian pupuk tanpa ada perbaikan kualitas tanah.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, dilakukan sistem Ameliorasi Tanah dengan menambahkan biochar dan Fitohormon berjenis Giberelin. Biochar dapat mengurangi risiko genangan pada musim hujan dan menghambat penyusutan ekstrem pada musim kemarau. Strukturnya yang berpori mampu meningkatkan aerasi dan kapasitas infiltrasi air sekaligus menstabilkan kelembapan tanah. Biochar memiliki sifat alkali sehingga efektif menaikan pH tanah gambut pada titik ideal bidara dapat tumbuh (5,5-7,5). Aplikasi ameliorasi dilakukan dengan mencampurkan biochar dan pupuk pada rasio 2:1 agar keduanya dapat bekerja secara sinergis.

Selain berupaya memperbaiki struktur tanah, IT Palembang juga berupaya meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman melalui pengaplikasian fitohormon Giberelin dengan metode Foliar Application melalui penyemprotan langsung pada permukaan daun setiap 10-14 hari sekali dengan konsentrasi 50-100 ppm setelah tanaman berusia 2-3 minggu setelah tanam. Melalui mekanisme ini, mampu menstimulasi perpanjangan sel, pembentukan jaringan baru, serta diferensiasi tunas, sehingga pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun meningkat secara signifikan.

Dampak Intervensi Inovasi Kehati

Sistem Ameliorasi Tanah dengan menambahkan biochar memberikan dampak yang signifikan bagi tanah di lokasi konservasi IT Palembang, yaitu mengurangi risiko genangan pada musim hujan, menghambat penyusutan ekstrem pada musim kemarau, sifat alkalinya yang mampu meningkatkan pH tanah gambut menjadi 5,5-7,5 sekaliguns meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) sehingga pupuk dan nutrien yang diberikan tidak mudah tercuci.

Pengaplikasian Fitohormon Giberelin melalui metode Foliar Application dengan menyemprotkan langsung ke permukaan daun selama 10-14 hari sekali dengan konsentrasi 50-100 ppm setelah bibit memiliki daun sejati (2-3 minggu setelah tanam). Giberelin mampu menstimulasi pemanjangan sel, pembentukan jaringan baru, serta diferensiasi tunas, sehingga pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun meningkat secara signifikan.

Melalui Biochar yang memperbaiki kondisi tanah gambut dan foliar Giberelin yang mempercepat pertumbuhan vegetatif, bibit bidara mampu melewati fase kritis adaptasi pada lingkungan marginal. Kedua upaya ini mampu memberikan peningkatan survival rate bibit menjadi 60-70% disertai percepatan pertumbuhan daun dan batang dalam 2-3 bulan awal penanaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top