Rekayasa Root Morphogenesis dengan IBA-NAA Rhizogenic Formulation pada Konservasi Garcinia Klabang

Tanaman Garcinia Klabang merupakan salah satu tanaman asli Pulau Bangka yang memiliki nilai konservasi tinggi karena termasuk flora endemik dengan persebaran yang terbatas. Spesies ini dikategorikan sebagai Critically Endangered (CR) atau kritis, yang menunjukkan bahwa keberadaannya di alam menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi. Permasalahan utama dalam upaya konservasi Harcinia Klabang adalah terbatasnya kemampuan regenerasi alami, terutama melalui perbanyakan generatif menggunakan biji. Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa adanya improvement, keberadaan Garcinia Klabang berisiko mengalami penurunan jumlah spesies.

Penerapan rekayasa pembentukan dan perkembangan akar (Root Morphogenesis) berbasis IBA-NAA merupakan perbanyakan tanaman melalui pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) golongan auksin, yaitu Indole-3-Butyric Acid (IBA) dan Naphthaleneacetic Acid (NAA), untuk merangsang pembentukan akar adventif pada jaringan batang tanaman. Melalui metode ini dapat mempercepat pembentukan akar, meningkatkan keberhasilan perbanyakan vegetatif, serta menghasilkan bibit Garcinia klabang yang memiliki sistem perakaran lebih optimal untuk mendukung kegiatan konservasi.     

Sebelum adanya program Tanaman Garcinia klabang pada kondisi alami melakukan regenerasi melalui perbanyakan generatif menggunakan biji yang berasal dari buah matang. Namun, proses pembentukan individu baru melalui biji menghadapi beberapa tahapan kritis mulai dari produksi buah, penyebaran biji, perkecambahan, hingga kemampuan anakan bertahn hidup. Keterbatasan jumlah pohon induk dewasa di habitat alaminya menyebabkan ketersediaan sumber bunga, buah, dan biji menjadi terbatas. Akibatnya, pembentukan individu baru secara alami belum dapat diandalkan untuk mendukung peningkatan populasi Garcinia Klabang dalam waktu yang relatif singkat. Setelah adanya program, proses perbanyakan tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan biji yang terbatas. Penerapan metode diawali dengan pengupasan kulit batang dan pembersihan jaringan kambium pada cabang Garcinia klabang yang telah dipilih. 

Perlakuan ini bertujuan untuk menghambat translokasi hasil fotosintesis melalui jaringan floem sehingga mendukung akumulasi karbohidrat dan senyawa pemacu pertumbuhan pada bagian atas area pengupasan. IBA-NAA Rhizogenic Formulation memiliki kemampuan untuk memodulasi respons hormonal jaringan batang untuk merangsang inisiasi dan diferensiasi sel menjadi promordial akar adventif. IBA berperan mendukung induksi pembentukan akar melalui regulasi aktivitas auksin, sedangkan NAA memberikan stimulus auksin sintesis yang mendukung respons pembelahan dan diferensiasi sel pembentukan akar. Melalui integrasi induksi hormonal IBA-NAA, akumulasi karbohidrat, dan pengondisian lingkungan perakaran berpotensi meningkatkan keberhasilan pembentukan akar serta ketersediaan bibit Garcinia klabang untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. 

Status Keanekaragaman Hayati IT Pangkal Balam Tahun 2022-2026

Berdasarkan progra konservasi keanekaragaman hayati yang telah dilakukan oleh IT Pangkal Balam, terlihat bahwa setiap tahun terdapat peningkatan flora dan fauna sampai 2026. Hal ini menunjukkan bahwa program yang dilakukan terbukti berhasil melestarikan flora dan fauna yang ada di sekitar wilayah IT Pangkal Balam maupun di kawasan konservasi kehati.  

 

Scroll to Top