PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lubuk Linggau melaksanakan upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengembangan ruang hijau berbasis masyarakat dengan memanfaatkan area Posyandu sebagai lokasi penghijauan pada lahan terbatas. Upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem vertical garden yang memungkinkan penambahan vegetasi secara vertikal tanpa membutuhkan perluasan lahan horizontal. Program ini mengintegrasikan penataan vegetasi dan rekayasa media tumbuh untuk mendukung pertumbuhan tanaman, menjaga kelembapan media, serta meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar fasilitas pelayanan masyarakat.
Salah satu program inovasi unggulan yang dilaksanakan adalah Rekayasa Media Tanam Berbasis Sphagnum Moss untuk Optimalisasi Pertumbuhan Tanaman pada Vertical Garden. Program ini menerapkan rekayasa media tanam dengan mengombinasikan sphagnum moss, cocopeat, kompos organik, dan perlite atau sekam bakar untuk menghasilkan media yang ringan, berpori, dan memiliki kemampuan retensi air yang baik. Implementasi dilakukan melalui pembangunan 3 unit rak vertical garden dengan kapasitas 200 pot, yang dimanfaatkan untuk penanaman daun kelor (Moringa oleifera), kunyit putih (Curcuma zedoaria), dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Melalui inovasi ini, perusahaan berupaya meningkatkan keberagaman vegetasi, menciptakan ruang hijau yang adaptif di lingkungan Posyandu, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan tanaman dan pemanfaatan hasil panen. Program tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, peningkatan kualitas lingkungan, dan pengembangan ruang hijau komunitas secara berkelanjutan.
FT Lubuklinggau telah menjalankan komitmennya terhadap lingkungan berupa berbagai upaya dalam melestarikan keanekaragaman hayati. Hal ini ditunjukkan melalui adanya peningkatan jumlah flora setiap tahunnya.