
Murai Batu (Copsychus malabaricus) merupakan salah satu burung endemik Sumatera yang memiliki nilai ekologis, estetika, sekaligus budaya yang tinggi. Tingginya permintaan pasar telah mendorong praktik perburuan liar dan perdagangan ilegal secara masif, menyebabkan populasi Murai Batu di alam semakin berkurang.
Degradasi habitat akibat alih fungsi lahan mengakibatkan hilangnya vegetasi arboreal yang penting sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi Burung Murai Batu. Penggunaan pestisida di lahan sekitar juga memperparah keadaan dengan menekan populasi serangga, yang seharusnya menjadi sumber pakan utama bagi Murai Batu. Kombinasi keadaan ini membuat populasi Burung Murai Batu semakin menurun.
Merespon keadaan tersebut dan sebagai bentuk kepedulian FT Jambi terhadap ekosistem sekitar, maka diterapkan Rewilding Spontan Multi Strata untuk Reintegrasi Ekologis Burung Murai Batu.
Salah satu permasalahan ekologis yang mengakibatkan penurunan populasi Murai Batu adalah menurunnya ketersediaan pakan alami akibat berkurangnya populasi serangga dan buah-buahan kecil di habitatnya. Untuk meningkatkan populasi serangga dan buah-buahan kecil sebagai pakan alami Burung Murai Batu yaitu memperkuat jejaring makanan alami melalui restorasi vegetasi arboreal serta pemulihan populasi serangga.
Implementasi program yang dilakukan yaitu dengan menanam berbagai jenis vegetasi yang memiliki fungsi ekologis saling melengkapi. Berbagai vegetasi yang ditanam yaitu matoa, nangka, durian, pisang, dan pepaya untuk menghasilkan bunga dan buah yang mampu menarik serangga sekaligus menjadi sumber energi alternatif bagi Burung Murai Batu. Selain tanaman buah, ditanam juga bibit tanaman mahoni, meranti, bulian, dan gaharu sebagai inang serangga arboreal dan penyedia tempat bertengger dan berlindung bagi burung. Dengan adanya ketersediaan pakan yang berlimpah dan beragam, Murai Batu dapat memenuji kebutuhan fisiologisnya secara optimal.
Melalui kegiatan penanaman berbagai vegetasi untuk mendukung kebutuhan pakan maupun fisiologis Burung Murai Batu untuk tumbuh, maka memberikan dampak positif bagi populasi satwa ini. Protein dari serangga mendukung metabolisme untuk burung dapat berkicau, terbang, dan berkembang biak. Sementara itu, buah-buahan kecil memberikan asupan energi dan karbohidrat untuk menjaga stamina harian burung.
Terdapat peningkatan populasi Burung Murai Batu menjadi 5 ekor per 10 hektar, yang tadinya mereka hanya hinggap sejenak, kini mulai menetap di kawasan yang telah ditanami berbagai vegetasi ini dan membangun sarang mereka sendiri untuk tumbuh hingga berkembang biak secara alami.