Meningkatkan produktivitas lebah madu tanpa sengat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan metode split koloni dengan pemisahan koloni yang sehat dan kuat pada stup baru untuk dapat berkembangbiak pada stup baru tersebut. Namun, upaya ini terkadang membuat koloni lebah menjadi stress karena harus beradaptasi kembali pada lingkungan baru. Akibatnya terjadi penurunan produktivitas lebah untuk menghasilkan madu.

Intervensi Inovasi Kehati

Sulitnya lebah madu beradaptasi pada lingkungan hidupnya yang baru dalam hal ini tempat/wadah stup nya, membuat mereka membutuhkan waktu lebih panjang berkisar 5-10 hari setelah pindah untuk dapat beraktivitas normal dan membutuhkan waktu tambahan 10-14 hari untuk dapat berkembang biak menghasilkan larva (brood baru). Melalui split koloni ini memang dapat menciptakan koloni yang meningkat namun tingkat keberhasilannya untuk menciptakan koloni yang produktif cukup rendah yaitu 60-75%. Sedangkan target split koloni ini harus mencapai target 80%.  

Untuk memperbaiki keadaan tersebut dan meningkatkan produktivitas lebah madu, FT Baturaja memberikan perlakuan penambahan ekstrak propolis pada stup baru. Ekstrak propolis diperoleh dengan cara mengencerkan propolis mentah yang dikumpulkan dari sarang lebah menggunakan etanol 70%. Lalu, ekstrak propolis disemprotkan merata ke dalam stup baru terutama pada bagian sudut kotak tempat lebah membangun sarang baru. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat lebah mengenali dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru agar lebah tidak merasa asing dan stres saat dipindahkan ke dalam stup baru.

Aroma khas dari propolis yang disemprotkan ke dalam stup baru terbukti membantu mempercepat proses adaptasi lebah lebih cepat menjadi 2-4 hari saja. Dengan aroma tersebut membuat lebah madu merasa familiar dengan tempat tinggal baru mereka sehingga tidak menghambat perkembangbiakan maupun produktivitas lebah untuk menghasilkan madu 

Dampak Intervensi Inovasi Kehati

Melalui penerapan Propolis Spray Coating System dapat memberikan peningkatan yang signifikan untuk proses perkembangbiakan dan produktivitas lebah madu. Proses munculnya larva (brood baru) lebih cepat, yakni 7-10 hari. Tingkat keberhasilan pemisahan koloni juga meningkat signifikan hingga 85-95% dengan total adaptasi secara baik sebanyak 16.000 ekor. Dampaknya, produksi madu meningkat hingga 8-12 pot dalam sebulan.

Selain itu, propolis juga berperan sebagai antibakteri, antijamur, dan penolak hama kecil sehingga stup lebih higienis dan kondusif bagi lebah yang baru dipindahkan. 

Scroll to Top