Fuel Terminal Lahat memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan khususnya konservasi vegetasi dalam mendukung target Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Tanah yang ada di sekitar DAS berjenis tanah gambut memiliki daya retensi air yang sangat tinggi, pH yang asam, dan kandungan unsur hara yang rendah, sehingga menciptakan kondisi jenuh air yang mengakibatkan hipoksia pada sistem perakaran tanaman. 

Salah satu tanaman yang dikonservasi yaitu “Tabebuya”. Akar Tabebuya secara fisiologis membutuhkan tanah dengan drainase dan aerasi yang baik. Namun pada kenyataannya, di lahan gambut Tabebuya tidak mampu berkembang optimal karena struktur tanah yang jenuh terhadap air sehingga menyebabkan gejala busuk akar dan tingkat kematian yang tinggi pada tanaman serta hipoksia. Untuk mengatasi hal tersebut, FT Lahat memanfaatkan soil conditioner dalam proses penanaman.  

 

Hipoksia pada tanaman Tabebuya khususnya pada bagian akar yaitu keadaan akar tanaman yang kekurangan suplai oksigen sehingga dapat menyebabkan busuk akar dan penurunan pertumbuhan pada tanaman. 

 

 

Intervensi Inovasi Kehati

Tanaman Tabebuya yang dikonservasi oleh FT Lahat di kawasan DAS Lematang, membutuhkan tanah mineral yang berdrainase baik, pH netral hingga agak basa (6-7,5), keseimbangan unsur hara makro untuk mendukung pertumbuhan optimal. Namun, pada kenyataannya tanah di sekitar DAS Lematang yang berjenis gambut memiliki pH asam (3,5-5), miskin unsur hara, dan kondisi kelembaban yang terlalu tinggi. 

Untuk mengatasi dan memperbaiki kualitas hidup Tabebuya, dilakukan penambahan soil conditioner di area konservasi. Zeolit dipilih sebagai soil conditioner karena memiliki struktur mikropori dan kapasitas tukar ion yang tinggi, sehingga mampu menyerap kelebihan air dan memberikan ruang udara dalam pori-pori tanah. 

Mekanisme ini mampu meningkatkan aerasi, menurunkan kejenuhan air, serta memperbaiki keseimbangan oksigen pada akar. Zeolit sebagai senyawa yang dipilih sebagai soil conditioner karena lebih mampu meretensi air pada tanah gambut, mencegah hipoksia akar hingga 15% dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif Tabebuya. Peningkatan pertumbuhan secara vegetatif dapat terlihat dengan adanya penambahan tinggi mencapai 30-35cm dalam waktu 90 hari setelah tanam dibandingkan sebelum adanya pengaplikasian zeolit hanya meningkat 20-22cm. 

 

Dampak Intervensi Inovasi Kehati

Perbaikan kualitas tanah melalui pemberian zeolit mampu memberikan tingkat survival rate lebih dari 85% dan memperkuat fungsi ekologi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Lahat khususnya keberlanjutan lingkungan di DAS Lematang.

Selain itu, yang paling utama inovasi ini mampu menekan hipoksia pada akar Tabebuya hingga 15% sehingga dapat memperpanjang usia tanaman. Melalui inovasi ini, FT Lahat mampu mengonservasi Tabebuya hingga 8 pohon di Tahun 2025.

Scroll to Top