
Desa Labuhan Ratu merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur yang menyimpan berbagai keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Salah satu satwa penting di kawasan ini yaitu Serindit Melayu (Loriculus galgulus), burung endemik Asia Tenggara yang dikenal sebagai penyerbuk dan penyebar biji alami.
Serindit Melayu merupakan spesies burung yang dilindungi dan populasinya menghadapi tekanan serius akibat manusia yang mengurangi ketersediaan sumber makanan dan ruang jelajah. Melihat kondisi tersebut, maka IT Panjang berupaya untuk melakukan perbanyakan populasi Serindit Melayu dengan cara memperkaya vegetasi tanaman sebagai tempat Serindit Melayu untuk tumbuh.
Penurunan populasi Serindit Melayu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berkurangnya pohon pakan alami, fragmentasi habitat, serta hilangnya pohon dengan kanopi yang berfungsi sebagai tempat burung bersarang.
Langkah awal yang dilakukan dalam perbanyakan populasi Serindit Melayu yaitu penggabungan berbagai jenis pohon pakan alami, pohon naungan, dan tanaman berbunga untuk menciptakan struktur habitat yang berlapis (multi-strava vegetation), sehingga memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun, ruang bertengger yang aman, serta tempat berlindung dari predator.
Vegetasi yang dipilih untuk diperbanyak yaitu Pohon Salam (Syzgium polyanthum), karena buahnya yang kecil sesuai dengan paruh Serindit Melayu, bunganya menghasilkan nektar sepanjang tahun yang menjadikannya sumber pakan stabil. Selain itu, kanopi yang rimbun tidak hanya memberi keteduhan, tetapi melindungi burung dari predator sekaligus menyediakan tempat bertengger yang aman. Karakteristik percabangan Pohon Salam yang kecil berkisar 2 cm juga disukai oleh Serindit Melayu untuk bertengger, mencari makan , maupun beristirahat.
Penanaman Pohon Salam dipadukan dengan pohon mangga, jambu air, belimbing, dan tanaman berbunga lainnya sesuai dengan prinsip hibridisasi ekosistem. Hibridisasi Ekosistem dilakukan bertujuan untuk menghadirkan keragaman vegetasi sehingga burung memperoleh suplai makanan yang beragam dan tersedia sepanjang tahun.
Setelah upaya komperhensif yang dilakukan oleh IT Panjang untuk menciptakan habitat yang nyaman untuk Serindit Melayu (Loriculus galgulus), sebanyak 2 ekor yang sebelumnya tidak pernah ada atau muncul di area konservasi kini ditemui pada area yang diterapkan hibridasi ekosistem di Desa Labuhan Ratu maupun Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dengan munculnya satwa ini, membuktikan bahwa upaya yang dilakukan oleh perusahaan yang berkolaborasi dengan berbagai pihak telah berhasil memberikan habitat yang dapat mendukung keberlangsungan hidup Serindir Melayu (Loriculus galgulus).