
Bekas area timbunan sampah menjadi salah satu kawasan yang dipilih oleh FT Lubuk Linggau untuk dilakukan perbaikan sekaligus menjadi tempat budidaya berbagai tanaman rimpang. Rimpang yang ditanam yaitu temulawak, jahe, dan kunyit hitam. Namun karena ditanam pada area bekas timbunan sampah, tanaman rentan terserang Fusarium Wilt yang disebabkan oleh hama Jamur Fusarium.
Ciri-ciri tanaman yang terserang jamur ini yaitu layu, daun menguning, dan kerusakan akar yang mengganggu aliran air dan nutrisi dalam sistem vaskular tanaman. Akibatnya, tanaman mengalami stres oksidatif karena produksi ROS (Reactive Oxygen Species) berlebih yang tidak diimbangi dengan produksi antioksidan alami sehingga membuat kerusakan sel pada tanaman.
Bioflavonoid dipilih sebagai solusi terhadap permasalahan jamur yang menyerang tanaman rimpang yang dibudidaya oleh FT Lubuklinggau karena berasal dari bahan-bahan alami dan bisa memanfaatkan limbah organik yanga da di sekitar lingkungan perusahaan.
Bioflavonoid merupakan hasil fermentasi selama 3-6 bulan sisa kulit nanas dan jeruk yang dicampurkan dengan molase dan air. Adapun rasio pencampuran antara molase, kulit jeruk dan nanas, dan air bersih yaitu 1:3:10.
Cairan yang termasuk pestisida alami ini berfungsi sebagai antifungal, antioksidan, dan menstimulasi ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur. Selain itu, pengaplikasian cairan ini membantu memperbaiki keseimbangan osmotik tanaman agar lebih efisien dalam penyerapan air dan nutrisi
Pengaplikasian bioflavonoid dalam upaya mengobati dan mencegah kondisi Fusarium Wilt pada Tanaman Rimpang memberikan dampak positif setelah dilakukan secara rutin dan berkala. Tanaman rimpang menunjukkan penurunan gejala infeksi yaitu layu dan daun yang menguning. Akar tanaman juga menjadi lebih sehat dan tahan terhadap infeksi jamur serta mendukung pertumbuhan tanaman secara agregat.
Sepanjang Tahun 2025, FT Lubuklinggau mampu membudidayakan tanaman rimpang yaitu Kunyit Hitam, Temulawak, dan Jahe masing-masing sebanyak 120 bibit tanpa ada yang terserang Jamur Fusarium.